Selasa, 29 Desember 2009

Pulang Kampung naik motor, 23 Desember 2009

Rabu, 23 Desember 2009 adalah hari terakhir ujian akhir semester. Hari itu yang diujikan adalah Statistika Ekonomi, mata kuliah yang paling aku takuti di semester 1 ini. Lain dengan hari-hari sebelumnya dimana pikiran selalu terbebani dengan ujian yang akan dihadapi, hari itu aku benar-benar merasakan lega dan rasanya seperti sudah habis beban yang aku tanggung, walau masih ada ujian StatEk jam 13.00. Bau durian di rumah seakan-akan sampai di hidung.
Jam 11.00 aku siap2 dan packing segala yang aku butuhkan untuk pulang. Sengaja memang aku bawa hanya sedikit barang agar muat dalam satu tas OSNku yang kecil. Jam 12.00 setelah sholat di mushalla lorong, aku siap berangkat. Dengan membaca Basmallah dan doa keluar rumah, aku tinggalkan kamar asramaku setelah memastikan semuanya siap ditinggalkan dalam jangka waktu sebulan.
Ujian Statek selesai jam 15.30. Walaupun merasa bisa ngerjain, aku tetap ngrasa takut dengan nilai akhirku, yang harapanku hanya dapat B+ aja udah seneng. Walaupun begitu, aku tetep semangat dan gembira karena akan segera pulang ke Jogja. Segera menuju MuFe (Mushalla FE) dan kuambil air wudhu. Tak lama kemudian adzan segera berkumandang. Singkat cerita, selesai sholat dan dzikir secukupnya, aku pamitan pada temen2 yang ditemui di MuFe, dan segera menuju terminal Depok.
Sesampai di terminal, karena perut udah memanggil minta diisi, maka kuputuskan beli bakso satu mangkok dulu. Harga 5000 per mangkok, cukup murah untuk ukuran kota hinterlar Jakarta seperti Depok. Masuk ke bis MGI jurusan Depok-Bandung dengan harga 45ribu. Perjalanannya sangat membosankan karena ada si komo lewat,walaupun udah lewat tol. Perjalanan depok-bandung yang normalnya hanya 2,5 jam lewat tol cipularang, molor jadi 4 jam (berangkat jam 5 sore dan sampai jam 9 malem).
Sampai di bandung dijemput Lukman (A.K.A Toha a.k.a. Om Girang ), teman satu SMA yang sekarang kuliah di FTTP ITB. Diajak makan nasi goring solo yang porsinya Suupper Banyak. Sampai di kontrakan, langsung tidur. Jam 1 terbangun, lupa belum sholat isya(hehe…payah).
Jam 5 bangun, shubuh, trus makan nasi goring sisa kemarin malem. Nganterin Tikam ke tempate Nabil. Selesai itu, langsung mandi dan siap2 memulai perjalanan agak panjang ke cilacap. Jam 8.30 sudah siap berangkat. Setelah melaksanakan ritual , yaitu poto poto, kami berangkat. Seperti apa yang telah diprediksi, jalanan macet. Akan tetapi si komo Cuma lewat di jalan2 sekitaran bandung aja. Keluar bandung jalan udah sepi dan lenggang. Kami mampir di sumedang dulu untuk sarapan karena toha belum sarapan. Melanjutkan perjalanan lagi dengan speed 80-100 km/jam, kami sampai di daerah tasik jam 11an.
Sepanjang perjalanan, karena hanya sebagai pembonceng, aku merasakan rasa kantuk menghinggapi. Akan tetapi rasa itu hilang karena pemandangan yang menakjubkan (halah, alay mode:on ). Tapi sungguh ketika itu pemandangannya bener2 indah, kalau nggak salah saat itu kami sampai di daerah antara Tasik dan Majenang. Teringat akan firman Allah
      Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Sungguh betapa banyak nikmat Allah yang telah aku lupakan dan selalu merasa kurang atas apa yang telah diberikan-Nya.
Jam 13.00 mampir di sebuah Pom bensin di daerah Majenang untuk istirahat dan sholat. Singkat cerita karena disingkat, kami sampai di rumah Lukman jam 15.30. Selesai istirahat bentar, makan, dan sholat, Lukman ngajak main ke teluk Penyu. Malamnya jam 7 sudah tertidur sebelum kami sempat sholat isya. Jam 11an terbangun, langsung mbangunin lukman dan kita sholat isya di tengah malam.
Paginya, jam 9.30 kami siap berangkat meneruskan perjalanan ke jogja. Karena hari jumat, jam 11.30 kami berhenti di sekitaran Buntu, untuk sholat jumat. Setelah selesai dan kami melanjutkan perjalanan. Awan mendung sepertinya selalu mengikuti kami sampai puncaknya di timur kebumen hujan deras mengguyur membasahi kami. Walaupun begitu, perjalanan tetap dilanjutkan walau harus mengurangi kecepatan menjadi 70km/jam.
Sore jam 15.30 kami tiba di rumah neneknya Lukman. Habis itu lukman nganterin aku pulang , dan selesai sudah cerita mengenai perjalanan Jakarta-jogja via Motor Supra-X 125 ..


EmoticonEmoticon