Day 1 – Singapore

Hari kamis, tanggal 11 januari 2012 adalah ujian terakhir saya, dan tanggal 12 sore saya pulang ke jogja. Sampai di jogja tanggal 13, langsung nukar uang ke SGD dan ringgit. Sabtu, 14 januari 2012 kami sekeluarga berangkat ke Singapore. Perlu perjuangan untuk liburan kali ini mengingat bapak masih ada tanggungan mengajar, adik sudah mulai sekolah, dan pesawat kami take off jam 7 pagi.  Airport Tax bandara di jogja untuk internasionalnya cuma 100ribu, murah dibandingin dengan bandara lain yang rata-rata 150ribu, tetapi wajar harga segitu karna tuang tunggu penerbangan internasional di bandara adisucipto jogja cuma kecil banget, kira-kira hanya cukup buat 100an orang duduk, sehingga yg lain harus berdiri. hhe. Akhirnya kami sampai di changi airport singapore pukul 11 waktu setempat. Ibu langsung terkagum-kagum dengan bandara changi dan MRTnya. Setelah mengisi botol yang sudah disiapkan dari Indonesia, kami melanjutkan perjalanan memakai MRT di changi terminal 2.  Sebelumnya sudah saya pesan bahwa jangan bawa barang banyak-banyak, 2 tas saja cukup, dan sesampai disana kami tidak mencari penginapan karena sudah pesan hotel di Tune Hotel Johor Bahru.

Tujuan pertama kami langsung ke Sentosa Island. Dari Changi naik MRT ke Harbour Front, beli sentosa express. Di Sentosa kami poto-poto dan jalan-jalan saja, nggak mau yang aneh-aneh seperti masuk Universal Studio atau yang lainnya karena budget yang terbatas. Belum apa-apa tapi ibu sudah meminta kita untuk makan dulu. Akhirnya saya carikan tempat yang sepi dan rindang, tepatnya di pinggir pantai Siloso yang menghadap ke pulau Batam, kami makan bekal yang sudah disiapkan dari rumah, hal ini demi menghemat biaya makan yang di singapore sekali makan paling murah 5 SGD. Selesai makan, poto di Merlion besar, di depan USS, depan kasino, dan lain lain.  Puas keliling sentosa, kami pun balik ke Vivo Centre menggunakan sentosa express.

Dari Sentosa Island, tujuan kami selanjutnya adalah china town. Setelah turun dari MRT, kami bingung sendiri karena banyaknya orang disana. Kami masuk ke pasar dan ternyata kami tersesat di dalamnya. Perlu waktu setengah jam untuk mencari jalan keluar dan menuju ke merlion park. Setelah jalan kaki yang agak jauh, akhinya kami sampai di pinggiran singapore river, istirahat bentar disitu dan dilanjutkan ke patung singa merlion yang terkenal itu. Disana kami kehabisan minum karena 2 botol Aqua 1,5 liter yang kami bawa dan diisi di Changi sudah habis. Akhinya dengan pertimbangan takut dehidras, saya membeli air mineral di sana. Harganya sangat mencekik leher, satu botol air mineral 500 mL yang kalo diindonesia harga cuma dua ribu rupiah, disana harganya 3SGD atau setara 21ribu rupiah. Mahalnyeee..

Rencana awal memang kami akan menonton pertunjukan wonderfull, yaitu pertunjukan water laser di depan Marina Bay yang mirip ama song of the sea di Sentosa Island, cuma bedanya kalo yang ini gratis sedangkan song of the sea bayar 10 SGD. Sambil menunggu, kami menghabiskan senja di esplanade dan singapore river sambil makan camilan dari Indonesia :d.. Akhirnya jam yang ditunggu-tunggu datang juga, pukul 20.00 waktu singapore pertunjukan wonderfull dimulai. Pertunjukannya sangat fantastis, walaupun menurut saya masih bagusan song of the sea. Selesai pertunjukan kami menuju Tune Hotel yang ada di negara seberang, yaitu Malaysia. Yah, benar, kami untuk menginapnya saja harus menyeberang negara, hal ini dilakukan demi menghemat biaya hotel. Bayangkan , di Singapore untuk mendapatkan hotel bintang 2 saja harganya sudah 1 juta lebih, sedangkan kalau kita mau nyeberang dikit, kita bisa mendapatkan kamar di Tune Hotel seharga 100ribu. Untuk menyeberang kami menggunakan MRT dan turun di Kranji. Dari kranji pakai bis menuju check point. Dari malaysia chekpoint, kami menggunakan taksi menuju tune hotel di Danga Bay Johor Bahru. Sampai disana saya kaget karena hotelnya ternyata lumayan besar, 8 lantai, dan terletak di pinggir jalan dan dekat dengan pantai. Setelah check in, kami masuk kamar, dan saya terkaget-kaget sendiri karena kamarnya sangat nyaman (menurut saya yg wong ndeso), kasur setara bintang  lima, internet gratis di lobi, dan sangat cozy banget lah buat nginap.

21 Days Backpacking : Thailand, Myanmar, Singapore, Malaysia

21 hari full jalan-jalan ? apa nggak capek tuh ? kemana aja kok bisa sampai 21 hari ? habis biaya berapa ? oleh-olehnya mana ?... itulah pertanyaan umum yang biasa ditanyakan oleh temen-temen kita kalau habis jalan-jalan. Apalagi kali ini saya berkesempatan jalan-jalan selama 21 hari di 4 negara, yaitu Singapore, Malaysia, Thailand dan Myanmar. Jalan-jalan ini dibagi menjadi dua episode, yaitu jalan-jalan singapore-kuala lumpur bareng keluarga, dan jalan-jalan thailand-myanmar dan penang bareng temen-temen.  Untuk jalan-jalan bareng keluarga tentu tidak segila dan se-ekstrem jalan bareng temen karena saya membawa orangtua dan adik saya.
Cerita ini bermula ketika bulan ramadhan kemarin saya kepikiran untuk mengajak keluarga saya untuk jalan-jalan keluar negeri. Alasannya adalah karena saya dari keluarga “ndeso”, orang tua dan adik saya belum pernah naik pesawat,  apalagi ke luar negeri. Selain itu karena saya berpikir mumpung anak-anaknya bapak masih muda sehingga masih ada kesempatan buat jalan-jalan bareng keluarga, akan sangat berbeda apabila saya sudah kerja dan berkeluarga, pasti waktu untuk kumpul bareng bapak ibu akan berkurang. Akhirnya sewaktu ada promo Airasia walaupun bukan promo murah murah amat, saya pesan tiket untuk 4 orang. Berangkat jogja-singapore 14 januari 2012 dan pulang kuala lumpur-solo. 18 januari 2012. Sebenarnya beberapa bulan sebelumnya saya sudah beli tiket super murah untuk sekeluaga jogja-kuala lumpur keberangkatan tanggal 4 januari 2012 seharga 40ribu rupiah untuk 4orang tapi batal dipakai karena tanggal segitu saya masih ada ujian UAS di kampus, jadi nggak kepakai deh, apa boleh buat. Perjalanan ke Singapore-Kuala Lumpur ini bukanlah perjalanan pertama saya ke kedua kota tersebut, karena sebelumnya saya pernah kesana dua kali, sehingga kedua kota ini tidak asing lagi bagi saya :d
Tidak lama setelah booking tiket untuk keluarga, terdapat promo airasia lagi, dan waktu itu terbesut pikian untuk backpackeran lebih lama lagi sebagai pengganti Umrah Backpacker yang rencananya awal februari tapi nggak jadi karena kesulitan mendapatkan visa umrahnya. Akhirnya saya mengajak Fachri, teman sekuliahan, dan dia ngajak dua orang temennya untuk ikut juga. Diputuskanlah untuk backpacker selama 21 hari, dua minggu di Thailand dan sisanya di Malaysia dan Singapore. Teknisnya, tanggal 18 februari pagi keluarga saya pulang ke Jogja dari LCCT Kuala lumpur, lalu siangnya Fachri dan temannya datang untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. 

Untuk cerita lengkapnya, langsung saja klik postingan cerita catatan perjalanan per-harinya :

Day 1 : Singapore

Day 2:  Singapore

Day 3 : Kuala Lumpur

Day 4 : Kuala Lumpur

Day 5 : Putra Jaya

Day 6 : Bangkok

Day 7 : Ayuttaya

Day 8 : Bangkok

Day 9 : Bangkok

Yuk kita ramaikan masjid !


Fenomena yang sering kita jumpai sekarang adalah sepinya masjid-masjid di sekitar kita. Apabila kita perhatikan betapa banyak masjid yang indah dan besar, tetapi jamaah sholatnya sangat sedikit. Kebanyakan masjid hanya diisi oleh segelintir orang yang sudah tua, dimanakah para pemudahnya ? . Padahal apabila kita cermati lebih lanjut, perintah sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah sunah muakad, bahkan beberapa orang menganggap suatu kewajiban. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya tidak mempunyai seorang penuntun yang mengantarkanku ke masjid”. Lalu ia meminta Rasulullah untuk memberi keringanan baginya untuk shalat di rumahnya maka Rasulullah memberikannya keringanan. Ketika Ibnu Ummi Maktum hendak kembali, Rasulullah memanggilnya lalu berkata: “Apakah Engkau mendengar panggilan (adzan) untuk shalat?” ia menjawab “benar”, maka Rasulullah bersabda: “Penuhilah panggilan tersebut.”.
Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’”. Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara: Wahai orang Islam, hai hamba Allah! Di belakangku ada orang-orang Yahudi. Kemarilah! Bunuhlah dia! Kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi.” (HR. Ahmad)
Bagaimana pandangan rabi Yahudi tentang sabda Nabi Muhammad SAW tersebut? Dia menjawab, “Ya, aku percaya apa yang dikatakan Muhammad. Tapi jangan takut, hal itu masih lama”. Lalu ditanya lagi: Kapankah waktu itu akan datang? Sang rabi tersebut menjawab, “Hal itu baru akan terjadi ketika jumlah umat Islam yang datang ke masjid pada waktu sholat Subuh. akan sama jumlahnya dengan yang datang pada sholat Jumat.”

Ada sebuah kejadian menarik yang saya alami selama berada di Bontang Kalimantan Timur beberapa waktu yang lalu. Rumah teman saya, Irsyad, berada di perumahan BTN yang dekat dengan PC PKT. Irsyad menceritakan kepada saya bahwa kalau di tempatnya sholat maghrib dan subuhnya jamaahnya banyak. Saya tidak percaya dengan cerita tersebut sampai saya membuktikan dengan kepala saya sendiri. Adalah masjid Al-Furqon, masjid yang berada di dekat rumah Irsyad. Masjid tersebut bukannya satu-satunya di daerah tersebut karena dalam radius 2 km terdapat 2 masjid raya yang lebih besar juga. Akan tetapi, dekatnya jarak antar masjid tersebut tidak mengurangi jumlah jamaah di masjid ini. Selama 4 hari saya menginap di rumah Irsyad, saya mendapati kejadian yang bagi saya luar biasa. Setiap selesai adzan maghrib berkumandang, semua orang di sekitar masjid berbondong-bondong datang ke masjid, baik jalan kaki maupun menggunakan sepeda motor. Halaman masjid yang luas tidak cukup menampung jamaahnya, sehingga banyak motor yang diparkir di pinggir jalan.
Sholat maghrib di masjid tersebut diikuti oleh 8 shaf jamaah, dan satu shaf paling tidak bisa memuat 40 jamaah. Sehingga total jamaah yang ikut sholat maghrib berjamaah tidak kurang dari 300 orang. Begitu pula dengan sholat Isya, walaupun jamaahnya berkurang sedikit, tetapi sholat isya berjamaah tidak kurang dari 6 shaf, bahkan sering 7 shaf.
Waktu pertama kali sholat maghrib dan isya di masjid itu, saya masih bisa memakluminya karena itu adalah masjid kompleks perumahan yang orangnya banyak. Akan tetapi yang keterlaluan adalah ketika keesokan harinya saya sholat subuh berjamaah saya menemukan bahwa jamaahnya hampir sama dengan sholat isya, yaitu paling tidak 6 shaf atau sebanyak 240an orang. Subhanallah, begitu mengakarnya budaya sholat berjamaah di kompleks tersebut sampai mereka terbiasa bangun pagi-pagi.  Yang lebih saya kagumi, masjid itu tidak hanya makmur sholat berjamaahnya, tetapi masjid tersebut juga dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan islami. Tiap akhir pekan selalu ada kajian, tiap hari ada TPA (saya kurang tau  apakah tiap hari atau hanya hari sabtu minggu), tiap minggu ada kajian selepas sholat maghrib sambil menunggu sholat isya dimana jamaah sholat maghrib semuanya mengikuti, dan lain sebagainya. Saya mendambakan keadaan ini terjadi di semua daerah di Indonesia. Di dalam hati kecil saya berdoa semoga kelak ketika sudah berkeluarga saya bisa mendapatkan tempat tinggal dan lingkungan yang seperti ini. Saya mengingatkan kepada diri saya sendiri, dan juga teman-teman, yuk kita bareng-bareng ramaikan masjid kita !!!

Sebuah cerita dari Borneo


Sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiran saya untuk jalan-jalan ke Kalimantan. Di pulau tersebut  memang tidak terlalu terkenal dengan wisatanya. Yang ada di benak saya waktu mendengar pulau Kalimantan adalah 3 kata, yaitu hutan, tambang, dan mahal. Kalau tidak karena iming-iming tiket promo citilink, maka niscaya saya tidak akan mengunjungi pulau borneo tersebut, kecuali kalau kelak ada urusan kerja. Tetapi semua berubah ketika pada tanggal 2 November 2011 ketika saya iseng membuka web citilink dan menemukan bahwa sedang ada promo 69ribu all destination. Waktu itu tanpa pikir panjang saya langsung menghubungi teman saya yang tinggal di Bontang Kalimantan Timur untuk memberitahu adanya tiket promo super murah tersebut  untuk pulang liburan semester dan juga saya akan ikut serta menyusul ke sana, alih-alih silaturahmi :D. Singkat cerita, saya dan teman saya telah memesan tiket citilink tujuan Balikpapan seharga 158ribu rupiah pulang pergi.
Waktu pun terus berlalu, masa liburan semester telah dimulai, dan sebelum ke Bontang, saya melakukan backpacking 21 hari ke Thailand, Singapore, dan Malaysia terlebih dahulu. Dan waktu keberangkatan ke Bontang pun tiba. Rabu 8 Februari 2012, saya berangkat dari kos menuju pasar minggu pukul setengah lima pagi untuk naik bis Damri bandara. Saya harus berangkat sepagi mungkin karena pesawat take off jam 7.00 WIB dan kalau kesiangan takut kejebak macet di Jakarta.  Waktu yang dibutuhkan Bus dari pasar minggu ke bandara hanya 45 menit karena Jakarta pagi itu masih sangat lenggang.
Pesawat citilink bertipe Airbus A320, sebuah pesawat yang sangat familiar bagi saya karena kebiasaan saya menggunakan AirAsia yang juga menggunakan pesawat tipe A320 juga. Akhirnya setelah sekian banyak naik pesawat, saya bisa duduk di kursi yang kalau di AirAsia bernama kursi Hot Seat, yaitu kursi di depan sendiri. Saya duduk di seat 1A, yah, kursi paling depan sendiri, berhadap-hadapan dengan pramugari citilink yang cantik-cantik :d. Waktu yang dibutuhkan dari Jakarta menuju Balikpapan adalah sekitar 2jam, dan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat karena Balikpapan menggunakan WITA.

Rencana awalnya sih saya akan keliling Balikpapan dulu dan menginap di rumah kenalan dari couchsurfing. Akan tetapi sehari sebelum keberangkatan sewaktu saya sms dia mengabari kalau ternyata dia sedang berada di hutan menemani temannya yang dari luar negeri. Akhirnya saya putuskan hanya mampir saja di Balikpapan dan hari itu juga langsung menuju bontang. Sebenarnya, cara gampang menuju Bontang adalah menggunakan travel yang banyak tersedia di depan bandara, tetapi karena jiwa muda saya yang menggelora, saya memilih menggunakan Bus, “ngecer” dari Balikpapan ke Samarinda dulu, baru dilanjutkan ke Bontang. Jarak bandara ke terminal bus Balikpapan cukup jauh dan saya menggunakan ojek 20ribu. Bus ke Samarinda adanya non-AC dan seharga 21ribu rupiah. Perjalanan memakan waktu 2,5 Jam. Setiba di terminal Samarinda pukul 13.00 WITA, saya makan dulu karena lapar, dari pagi belum makan apa apa.  Ternyata benar kata orang-orang bahwa di Kalimantan tuh apa-apa mahal. Saya Cuma makan soto ayam aja harganya 10ribu.
Selesai makan, saya bertanya ke penjualnya bagaimana cara menuju ke Bontang. Ternyata bus ke bontang tidak “ngetem” di terminal tersebut, tetapi di terminal Lempake yang berjarak 20km. Saya ke sana menggunakan angkot yang disana dinamakan Taksi. Di dalam perjalanan, saya ingat cerita teman bahwa ada kawasan Islamic Centre di Samarinda yang konon katanya lebih besar daripada Istiqlal dan merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara. Karena penasaran, ketika di tengah perjalanan melihat masjid besar tersebut, saya langsung turun dan bayar angkot 3ribu.

 


Puas melihat-lihat Islamic Centre samarinda, saya bergegas naik angkot ke terminal Lempake. Untuk menuju terminal tersebut saya harus ganti angkot di pasar pagi. Sampai di Lempake, sudah ada bus jurusan Bontang yang sedang “ngetem” di depan terminal. Menunggu bus berangkat sekitar 1 jam, dengan ongkos 20ribu rupiah. Di dalam perjalanan, saya ngobrol dengan ibu-ibu yang duduk  di samping saya. Awalnya ngobrol dengan bahasa Indonesia, tetapi lama kelamaan ibunya tahu kalau saya berasal dari Jawa. Diajak lah ngomong pake bahasa jawa, dan ternyata eh ternyata, ibu tersebut berasal dari Bantul Jogja dan punya rumah di Tempel Sleman, dekat rumah saya. Wah ternyata dunia begitu sempitnya yaah. Oh ya, jalan Samarinda-Bontang tidak sebaik  Samarinda-Balikpapan, selain jalannya Cuma 1 lajur kecil, banyak lubang-lubang di tengah jalan. Tidak terasa  perjalanan 3 jam menuju Bontang udah dilalui, sesampai di Bontang pukul 19.00 WITA langsung sms teman dan dijemput di terminal. Ternyata rumah teman saya yang bernama Irsyad tidak jauh dari PC Pupuk Kaltim. Malam itu saya masih sempat jalan-jalan di sekitar rumah Irsyad.
Bontang adalah kota kecil yang hidup dan besar dari dua perusahaan besar, yaitu PT Pupuk Kaltim dan PT Badak. Untuk mengelilingi kota ini dari ujung ke ujung memakan waktu tidak lebih dari 1 jam. Dan saya awalnya berpikir bahwa di Bontang ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi, tapi ternyata hampir tidak ada tempat yang menarik di Bontang. Selama 4 hari disana, saya mengunjungi beberapa tempat yang mungkin bagi sebagian orang sangat tidak menarik, antara lain :
1. Bontang Kuala
Bontang Kuala sebenarnya adalah sebuah kecamatan. Akan tetapi yang menarik disini adalah adanya kampung bontang kuala yang semua wilayahnya berada di atas rawa-rawa pinggir laut. Jadi karena disana pinggir lautnya tidak berupa pasir atau tanah, tetapi berupa rawa yang lembek dan kalau malam air laut pasang, jadi semua warganya membangun rumah, aula, jalan, dan masjid diatas rawa tersebut menggunakan kayu sebagai alas dan pasaknya. Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak pohon yang ditebang untuk membangun perkampungan warga tersebut karena semuanya terbuat dari kayu.

Kalau malam, air laut pasang, menjadikan pemandangan yang cukup erotis dan menarik. Suasana itu semakin menarik karena banyak warung-warung makan di pinggir pantai sehingga bisa menikmati suasana pantai di malam hari sambil makan makan. Sebenarnya kalau datang kesana dengan seorang pujaan hati menjadi sangat romantis, diterpa semilir angina laut dan diterangi sinar rembulan :LOL:.Akan tetapi sayang sekali karena saya datang kesana bersama Irsyad, bukan bersama pujaan hati saya, hhehehe.
2. Kompleks Pupuk Kaltim
Kompleks PT Pupuk Kaltim sangat luas, punya stadion di dalamnya, perumahan pegawai (PC), danau kecil, taman bermain, rumah sakit, golf, hotel, fasilitas olahraga, dan lain-lain. Tidak ada yang menarik disini.
3. Berbas Pantai
Awal ceritanya, karena mau cari pantai yang benar-benar “pantai” yang mempunyai pasir, saya dan Irsyad memutuskan untuk keliling kota bontang. Irsyad sendiri walaupun besar di Bontang, tetapi orangnya tidak suka jalan-jalan jadi kotanya sendiri saja tidak paham daerah-daerahnya. Begitu melihat ada tulisan papan petunjuk ke Berbas Pantai, saya ingin kesana. Sesampainya disana, bukan pantai berpasir yang dijumpai, ternyata hanya perkampungan diatas rawa, dan yang lebih parah lagi ternyata daerah itu adalah red light area, karena dimana-mana terdapat rumah karaoke dan para pekerjanya.
4. Restoran Singapura

Pengen poto bersama patung singa merlion yang tersohor itu ? Nggak usah jauh-jauh ke Singapore kalau cuma itu, karena di Bontang saja kalian bisa poto dengan patung merlion KW 3.. :d. Patung merlion tersebut terletak di restaurant Singapura.  

Ternyata di Bontang kebanyakan penduduknya adalah orang jawa juga. Tiga kali saya membeli sesuatu disana, tiga kali juga dijawab dengan bahasa jawa oleh penjualnya. Sewaktu di masjid juga kebanyakan jamaah ngobrol dengan jamaah lain memakai bahasa jawa. Pada suatu kesempatan, selepas sholat isya saya membeli nasi goring di depan rumah Irsyad. Begitu mau membayar, saya mengeluarkan uang 10ribu, eh ternyata harganya 12ribu. Waaah, mahiiil amiir…  Oh ya, mengenai masjid, ada cerita menarik yang sudah saya tulis di blog ini, yaitu disini.

Pada hari ketiga di Bontang, teman saya, Icu, datang dari Jakarta ke Bontang untuk suatu urusan. Kita sepakat bertemu dan jalan-jalan bareng dan membeli oleh oleh di daerah Berbas. Sebelum pulang ke Jakarta, saya menyempatkan untuk membeli buah yang hanya ditemui di pulau Kalimantan saja, yaitu buah Leh dan Cempedak. Mungkin di pulau lain ada juga buah tersebut tetapi sangat jarang. Buah cempedak lebih mirip dengan buah nangka tetapi dengan rasa dan bau yang menyerupai duren. Rasa dagingnya yang enak dan harganya yang tidak mahal, hanya 5ribu rupiah saja. Buah yang satunya adalah buah Leh, sangat mirip dengan buah Durian, tetapi bedanya adalah duri di kulit buahnya tidak terlalu tajam seperti duren. Selain itu, warna dagingnya tidak kuning, melainkan orange. Rasanya hampir mendekati duren, dan tetap terasa nikmat walaupun masih enakan buah duren.

Hari minggu malam, tibalah saatnya berpisah dengan keluarga Irsyad yang sangat baik kepada saya selama 4 hari nginap dirumahnya. Malam itu pukul 11 p.m. saya dan irsyad berangkat menuju Balikpapan menggunakan travel. Dan  travelnya serasa nyewa mobil sendiri karena satu mobil cuma berisi 3 orang saja, yaitu saya, Irsyad, dan Icu. Perjalanan sekitar 5 jam dan tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 4.00 dini hari. Pesawat pulang memakai citilink lagi, pukul 10.30 take off. Sampai di Soetta langsung menuju depok dan sampai di Kos dengan selamat pukul 14.00. Alhamdulillah perjalanan kali ini sudah selesai, nantikan jalan-jalan saya berikutnya…

Pindahan Lagi

Setelah sekian lama nggak pernah nulis di blog, baik blogspot ataupun wordpress,  awal februari ini saya memutuskan untuk lebih aktif lagi di blog. Saya akhirnya menyadari bahwa nge-blog tidak perlu terlalu memikirkan jumlah pengunjung blog. Kalau dulu ngeblog adalah karena ingin mendapat visitor blog yang banyak, yang akhirnya tidak tercapai dan menjadikan demot, sekarang saya ingin menjadikan blog sebuah diary, catatan harian yang menceritakann hal yang menarik yang saya alami, yang sewaktu-waktu akan bisa dibaca lagi di masa depan.

Kenapa pindah ke blogspot ? Ya, awalnya saya memang mempunyai dua blog, yaitu di blogspot dan wordpress. Dan semenjak kuliah, saya lebih prefer ke wordpress dan tidak pernah nulis di blogspot. Tetapi akhirnya saya memutuskan untuk pindahan total ke blogspot karena banyaknya fitur yang ditawarkan oleh google blogspot. Beberapa postingan di blog wordpress saya impor disini biar blognya kelihatan penuh :d
Dan mungkin blog ini akan banyak memuat FR jalan jalan saya selama ini. Hhe. So, selamat menikmati tulisan saya.