Senin, 29 September 2014

Funny Fact About Jayapura 3 : Dilarang Tawar di Jayapura

Semua orang tahu kalau barang-barang di Papua mahal-mahal. Ada banyak faktor kenapa barang-barang disini mahal, salah satunya sendiri adalah karena keanehan sifat orang sini. Ekonomi adalah ilmu sosial yang dipelajari dari gejala-gejala yang ada di lapangan. Teori Permintaan dan Penawaran di Ilmu Ekonomi didapatkan dari fakta yang terjadi di masyarakat. Namun teori permintaan penawaran itu terkadang tidak berlaku disini. Orang Papua biasanya menjual barang dengan harga yang jauh lebih mahal daripada harga di luar Papua. Mereka terkadang lebih memilih untuk tidak menjual barang itu dan dibiarkan membusuk daripada menjualnya dengan harga murah. Sampai-sampai ada cerita humor seperti ini. Humor-humor ini adalah kisah nyata. Begini Ceritanya.

Dulu, pernah ada salah satu Dewan Gubernur yang berkunjung ke Kantor Jayapura membawa istri. Karena suaminya ada acara di kantor, sang Istri ingin melihat kondisi pasar di Jayapura sendirian. Ditemani dengan salah satu pegawai, datanglah beliau ke pasar terbesar di Jayapura. Istri itu pun berhenti di salah satu mama-mama papua yang menjual Kelapa dan terjadilah percakapan. Istri DG “ Mace, kelapa itu berapa harganya kah ?”. Sang mama pun menjawab “ Satunya 10ribu”. Istri DG itupun kaget dan menjawab “Kelapa Kecil-kecil itu harganya 10ribu satu buahnya ? Turunin harga to !! 5ribu satu ya !”. Sang mama pun menjawab “ Apa kau bilang? Kelapa ini kecil-kecil? Kalau kecil, kau telan saja sudah !”. Sang istri pun segera meninggalkan mama papua tersebut. $%#@^&*^#

Ada humor lain juga. Seorang pemuda yang sedang punya banyak uang ingin membeli pinang dari seorang mama papua yang berjualan di pinggir jalan. Pemuda “Mace, harga ini berapa ?. Penjual “Satunya 2ribu”. Pemuda “Ini ada 20 buah, saya ambil semua saja sudah, 40ribu to?”. Penjual pinang “ Aaahh adeek, jangan kau ambil semua, nanti kalau kau ambil semua mama jual apa ?” %^$(&*&@#*

JAP, 29/9/2014, 22.30


EmoticonEmoticon