Funny Fact About Papua (1)

Hampir 2 bulan sudah gw tinggal di Jayapura. Banyak pengalaman baru yang gw dapetkan disini. Dari 2 bulan disini, ada banyak sekali perbedaan antara persepsi dan kenyataan, antara budaya di tempat lain dengan budaya disini. Untuk beberapa hari ke depan gw pengen cerita beberapa fakta menarik tentang papua, khususnya jayapura.

Mungkin belum banyak yang tahu kalau orang papua itu senang sekali mengunyah pinang. Kalau di jawa, hanya nenek-nenek kita saja yang mengkonsumsi sirih pinang dengan nama “nginang”. Namun di papua, jangankan nenek-nenek, anak kelas 1 SD pun juga sudah terbiasa dengan kunyah pinang. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau buah pinang disini bisa menjadi faktor penyumbang inflasi daerah. hhaha. Ketika buah pinang susah ditemui dan harga naik, kemungkinan harga lainnya jg ikut naik.


Di pinggir-pinggir jalan di papua, akan banyak kita temui penjual buah pinang. Buah pinang yang sudah dikelupas dan dikunyah, akan menghasilkan warna merah. Gw juga bingung kok bisa berubah menjadi merah ya. Kalau sudah selesai dikunyah, seperti permen karet, buah pinang itu akan dikeluarkan dari mulut bersama dengan ludah-ludahnya yang berwarna merah pekat. Kalau pengen tau seperti apa limbah dari hasil pengunyahan pinang, bayangkan saja saos yang kamu biasa makan bersama dengan mie ayam / bakso dipinggir jalan itu kamu tumpahkan di jalanan. Merah pekat.

Jadi jangan kaget kalau di tempat-tempat umum seringkali dijumpai tulisan besar berbunyi “ DILARANG BUANG PINANG SEMBARANGAN”. Bahkan di bandara sentani, gateway of Jayapura, pertama gw datang, keluar dari pintu kedatangan langsung disambut dengan pinang di sepatu gw :lol.


Sering sekali gw ditantang sama temen-temen disini untuk  makan buah pinang, namun selalu gw tolak. Bukan karena takut sama rasanya, namun gw takut “eek” gw berubah menjadi warna hasil kunyahan buah pinang.....#kabuuuuur

JAP, 25/9/14 @06.00 WIT

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon