SIMBIOSIS MUTUALISME BUMN


Pulang dari kerja, saya mampir warung makan dekat kosan. Baru satu suapan masuk ke mulut, tangan sudah gelisah hanya memegang sendok dan garpu. Akhirnya tangan masuk juga ke kantong celana, mengambil sebuah handphone. Memang sudah menjadi penyakit orang jaman sekarang selalu tidak bisa lepas dari gadgetnya. Bahkan ketika makan sekalipun. Seperti biasa, web pertama yang saya buka selain kaskus adalah detik.com. Di halaman pertama saya tertarik dengan judul “Djakarta Lloyd angkut batu bara, berapa ongkosnya?”.

Saya pertama kali mendengar ada BUMN bernama Djakarta Lloyd (DL) dari Manufacturing Hope 11 (30 Januari 2011). DL adalah BUMN yang bergerak pada pelayaran, terutama di logistik barang melalui laut. Pada MH itu abah menceritakan bahwa DL mempunyai utang 3,6 T, setengah dari utang yang dimiliki Merpati sekarang. Sebenarnya utang sebesar itu tidak masalah selama aset dan perputaran revenue masih sehat. Seperti Garuda yang pada semester pertama 2014 ini saja sudah rugi 2,4 T. Tapi stakeholder masih tidak begitu panik kan ? Kenapa? Karena garuda masih sehat secara rasio utang-asset, masih mempunyai alat produksi untuk mendapatkan pemasukan, reputasi yang bagus dan pasar yang masih luas. Namun DL tidak seperti itu. Pada waktu itu DL sudah kehilangan muka di depan investor maupun konsumen, aset sudah tidak ada, mau utang pun susahnya minta main. Aaahh kepanjangan kalo saya ceritakan semua. Langsung saja deh baca dari sumbernya. Lebih mantab dan mengalir ceritanya.. hhe.. MH 11 : http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/01/30/yang-tidak-akan-selesai-dengan-keluhan-dan-gerojokan dan juga MH 135 : https://dahlaniskan.wordpress.com/2014/07/07/dlloyd-setelah-lama-mati-suri/

Singkatnya, DL nyaris mati, namun muncul harapan baru setelah mendapatkan kontrak pengiriman batu bara dari PLN yang dipimpin Dahlan Iskan pada waktu itu. Dari kontrak itulah DL mulai membangun reputasinya dan sampai pada akhirnya sekarang bisa mendapatkan kepercayaan dari Adaro dan Berau Coal untuk pengiriman batu bara.

Cerita kebangkitan DL dari keterpurukan bukanlah sebuah mitos. Kesuksesan DL untuk bangkit dari kubur tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, hikmah dari cerita itu adalah ketika BUMN dipimpin oleh orang yang tepat dan berkolaborasi dengan pihak yang tepat, bisa menghasilkan hasil yang luar biasa. Masih banyak kesuksesan lain yang bisa dijadikan sebagai contoh, seperti konsorsium BUMN dalam membangun Tol Bali dan bandara-bandara baru.

aaahhh....sudahlah

(bingung meh arep nulis opo meneh, wis ngantuk.. :D)

#eeeh judul sama tulisan gak nyambung

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon