CARA TELEPON RUMAH / PSTN MURAH TELKOMSEL


Sebenarnya ini adalah cara lama, dan saya yakin banyak teman-teman yang sudah mengetahuinya bagaimana cara untuk mendapatkan tarif murah buat telepon ke nomor rumah atau yang namanya PSTN. Namun walaupun sudah banyak orang yang tau tapi saya yakin tetap masih banyak juga yang belum tahu caranya.

Telepon ke nomor rumah ? Siapa juga yang sekarang punya telepon rumah ? Iya, memamng sudah jarang yang sekarang telepon-teleponan pakai telepon rumah. Namun apabila kamu sering telepon ke call centre bank, telepon ke kantor klien, atau telepon ke call centre maskapai penerbangan, maka trik ini sangat membantu sekali untuk menghemat pulsa. 

Caranya adalah dengan mengirimkan sms beisi "PSTN" (Tanpa tanda petik) dan dikirim ke nomor 8999. Tarif sekali sms adalah Rp 1.000 dan akan mendapatkan bonus pulsa Rp 20.000 yang bisa digunakan untuk telepon ke semua nomor PSTN dan Fleksi. Jadi tarif telepon ke PSTN tetap normal, namun akan memotong bonus pulsa yang Rp 20.000 itu, bukan memotong pulsa utama. Bagaimana jika akan menelpon lama dan sepertinya biayanya lebih dari Rp 20.000 ? Gampang, sms saya "PSTN" ke 8999 berulang, misal pengen bonus Rp 60.000 ya smsnya 3x, nanti pulsa utama kepotong Rp 3.000.

Cara ini sangat membantu saya yang sering berhubungan dengan relasi yang memakai nomor fixed line, atau telepon ke Air Asia karena ada komplain dari customer saya tentang tiket yang dibelinya. Atau sering juga saya telepon ke call centre bank untuk tanya-tanya mengenai kartu kredit yang bermasalah ataupun untuk mengisengi mbak-mbak CSnya :lol.
JAP- 8/10/2014 @05.53

DI KW 19

Sudah lebih dari 8 bulan lamanya saya setiap hari memakai kemeja putih polos dengan celana hitam. Teman-teman saya yang lain banyak yang mengeluh dengan kewajiban memakai setelan itu setiap hari selama 9 bulan. Namun tidak bagi saya. Saya bangga memakai pakaian kemeja putih polos dan celana hitam.

Kalau melihat kemeja putih polos dan celana hitam, kalian langsung mengasosiasikan dengan pejabat siapa ? Jokowi ? Salah, Jokowi baru sering memakai baju itu semenjak jadi gubernur DKI. Ya, siapa lagi kalau bukan Dahlan Iskan. Abah, panggilanku dan teman-teman sesama pengagum kepada pak dahlan, memang hampir selalu di setiap acara memakai dua setelan itu, atasan putih bawah hitam. Kalaupun abah tidak memakai atasan putih, itu biasanya ada alasannya. Seperti yang dilakukan hari kamis lalu, abah memakai batik di acara peresmian gedung terminal pelabuhan di surabaya. Itu karena hari itu hari batik. Batiknya pun kelihatan kedodoran, aku yakin itu batik hasil meminjam supir ato bawahannya.

Biasanya abah memakai setelan itu dengan sepatu kets. Abah memang tidak bisa hidup dengan sepatu kulit. Seperti yang beliau akui baru-baru ini, satu-satunya penyesalannya selama menjadi menteri adalah masalah Merpati dan yang kedua adalah ketidakbisaannya memakai sepatu kulit.

Saya kebetulan mempunyai sepatu DI-19 (Demi Indonesia 19) yang didapat dari teman-teman dahlanis jogja 6 bulan yang lalu. Sewaktu di Jakarta, sepatu itu jarang sekali saya pakai. Bukan karena tidak nyaman, namun karena sayang kalau-kalau sepatunya rusak karena dipakai. Namun semenjak di Jayapura, sepatu DI 19 itu setiap hari saya pakai untuk berangkat ke kantor, walaupun setiba di kantor saya ganti pakai sepatu kuli. Hal ini karena setiap hari saya berjalan 1,5 km dari Kos ke Kantor melalui jalan terjal yang penuh dengan batu-batu kerikil.

Memakai sepatu DI-19 itu nyaman sekali. Bukan karena saya ngefans sama Pak Dahlan lalu saya bilang sepatu itu enak dipakai, namun benar-benar enak dipakai. Kalau tidak percaya silakan coba sendiri. Dua bulan saya pakai tiap hari, sepatu ini masih baik-baik saja, tidak ada yang namanya sol robek atau sepatu kemasukan air. Pernah beberapa kali berangkat kantor dalam hujan deras, sepatu ini melindungiku dari air hujan sehingga kaki tetap kering sesampai di kantor.

Saya sudah memakai kemeja putih, celana hitam, sepatu kets DI 19. Lalu kapan ya saya bisa bernasib sama dengan Dahlan Iskan, mempunyai perusahaan sendiri, bisa bepergian seenak hati, mempunyai semangat kerja seperti abah ? Hmmm... Semoga segera...

JAP, 7-10-2014 @ 08.30

Funny Fact About Jayapura (4) : Jangan Kurban Kambing di Jayapura !

Sebelumnya, happy ied mubarak, semoga amalan qurban kita diterima oleh Allah SWT. Selamat bersate-sate ria ! ngomongin sate, gw apes banget nih idul adha kali ini. Walaupun berkurban, tapi nggak bisa ikut tradisi nyate-nyate. Seperti kebanyakan orang, gw selalu nyate di idul qurban, dari sejak kecil sampai jaman kuliah, selalu saja ada tradisi nyatee.. Namun tahun ini tidak bisa, karena keadaan yang tidak memungkinkan.

Ada yang menarik di Jayapura. Ternyata di sini harga qurban kambing jauh lebih mahal daripada harga qurban sapi (bertujuh). Untuk qurban satu ekor sapi dibagi bertujuh, hanya iuran 1,9juta – 2,2 juta per orangnya. Namun kalau mau qurban satu ekor kambing, harganya 3 juta – 3,5juta untuk kambing ukuran standar yang di Jakarta mungkin harga kambingnya hanya sekitar 1,7jutaan. Ntah kenapa harga disini lebih mahal.

Permasalahan daging disini kompleks sekali. Walaupun mempunyai tanah kosong yang luas, bukan berarti disini banyak orang memelihara sapi ato kambing. Kalau di daerah transmigran seperti merauke, memang disana banyak orang transmigran a.k.a. orang Jawa yang berternak kambing dan sapi. Namun di Jayapura dan sekitarnya ? Jangan harap... Kalau tidak salah banyak kambing dan sapi disini yang impor alias mendatangkan dari daerah lain.

Kenapa banyak yang tidak mau memelihara kambing/sapi ? Berikut hasil analisa gw. Pertama dan yang paling utama, karena bagi orang papua asli, rasa kekeluargaan mereka masih kental. Begitu ada satu orang papua yang sukses, biasanya saudara mereka, baik itu saudara dekat maupun saudara jauh, pada berduyun-duyun mendekati orang itu dan meminta jatah atau sedekah. Kedua, kalau yang ingin beternak itu adalah orang pendatang, mereka takut ternak mereka dijarah atau dipalak orang asli sini. Orang pendatang juga tidak ingin cari masalah dengan orang asli karena bau ternaknya yang bisa mengganggu warga sekitar. Ketiga, daerah di jayapura yang sudah jarang ada tanah kosong yang luas. Rumput juga menjadi permasalahan disini karena agak susah mencari rumput buat pakan ternak.

Tahun ini boleh lah saya tidak nyate. Namun tahun depan,kalau umur masih ada, harus nyate, apapun keadaannya. Kalau tidak nyate, bisa-bisa gw kena darah rendah...

JAP, 5-10-14 @15.42