UMROH MURAH RASA BINTANG LIMA




“Habis berapa mas kemarin umrohnya ?”” demikian banyak teman yang bertanya japri ke saya. Begitu saya jawab saya hanya perlu mengeluarkan uang 8 juta, semua pasti kaget dan banyak yang ingin diajak kalau ada umroh murah gituan lagi. Bagaimana cara umroh hanya habis Rp 8 juta sementara rata-rata agen umrah menawarkan harga paling murah 18-20 jutaan ? Apa umrohnya ngemper di masjid ? Gak makan selama seminggu ya ? Di sana pasti ditelantarin ? hmm… Alhamdulillah saya tidak seperti itu sama sekali. Walaupun hanya butuh 8 juta, saya tetap dapat hotel bintang 4 dan hanya berjarak 100 meter dari pintu utama di madinah dan jarak 300 meteran selama mekkah. Selain itu saya juga dapat mutawif sendiri, dan juga bisa merasakan city tour kedua kota suci tersebut.

Apa yang membuat umroh regular begitu mahalnya ? Tentu saja komponen biaya terbesar adalah tiket pesawat terbang. Normalnya, tiket Jakarta – Jeddah berharga 10-12 juta untuk kelas ekonomi. Alhamdulillah saya kemarin dapat tiket promo Malaysia Airlines Kuala lumpur – Jeddah hanya 1,3juta dan Jakarta – Kuala Lumpur promo 1,1 juta. Total Jakarta – Jeddah hanya perlu keluar uang 2,4 juta rupiah. Sementara tiket Jayapura – Jakarta saya memakai jatah homebase kantor, jadi gratis. Hhe. Jangan tanya ya kapan lagi bisa dapat tiket promo KL-Jeddah 1,3juta, karena ini kemarin promo sangat-sangat langka dan Alhamdulillah saya bisa kebagian. Namun kalau mau tiket ke Jeddah seharga 5jutaan PP lumayan banyak kok promo nya, bahkan kadang bisa dapat plus plus semisal umroh + turki atau umroh + kairo.

Langkah selanjutnya kalau sudah punya tiket di tangan adalah cari provider land arrangement (LA). Hal ini karena visa umroh yang hanya bisa dikeluarkan oleh operator2 umroh gitu dan harus dalam grup. LA ini jugalah yang akan mengatur dari penjemputan di airport Jeddah, mutowif (pembimbing), sampai penginapan selama di mekkah dan madinah, serta mungkin ditambah ada city tour. Jadi demi kenyamanan ketika beribadah, pilihlah LA yang sesuai. Di grupku, 17-25 Januari 2017, ada 18 orang. Alhamdulillah kemarin dapat tawaran LA seharga USD $425 sudah termasuk visa, dengan hotel bintang empat.

Setelah menunggu 4 bulan sejak issued tiket MH, hari itu datang juga. Saya bersama rombongan (yang mayoritas juga belum pernah ketemu) berangkat ke Jeddah. Disana sudah menunggu agen LA yang juga orang Indonesia. Ternyata rombongan kami walau hanya 18 orang dijemput menggunakan bus gedhe nan bagus berkapasitas 45 orang. Dari Jeddah kami menuju madinah dulu. Hotel tempat kami menginap ternyata sangat sangat dekat dengan pintu utama masjid (pintu 22). Setelah 3 hari di madinah, kami menuju mekkah. Hotel di mekkah juga gak begitu jauh, tak sampai 300 meter dari pintu masjid. Selama di sana kami juga dapat city tour mengunjungi tempat yang biasa dikunjungi jamaah umroh regular.

Intinya, umroh yang kami lakukan tidak ada bedanya dengan umroh regular yang berbayar puluhan juta itu. Bedanya mungkin karena kami yang harus aktif membeli tiket pesawat, mencari rombongan biar pesawatnya sama, dan mencari LA dengan harga murah. Selain itu, semuanya sama dengan umroh regular. Jadi, siapa bilang bertamu ke rumah Allah di Mekkah dan Madinah itu mahal ? Yuk ah yang belum umroh berdoa semoga diberi rizki dan kesempatan untuk mengunjungi Baitullah…

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon