Minggu, 09 April 2017

TAWAR NANGKA MAMA PAPUA


 
 

Jarang ada yang tahu kalau selain mahal biaya hidup untuk makan minum, tinggal di Papua juga akan merasakan mahalnya harga buah-buahan. Sebagai seorang fruit lover, saya cukup tersiksa dengan keadaan ini. Sejak kepindahan ke Papua hampir 3 tahun yang lalu, mahalnya buah-buahan menjadikan asupan gizi nabatiku berkurang drastis, sementara hanya ada asupan karbohidrat dari nasi. Hasilnya adalah perut saya yang membuncit seperti sekarang :D.

Kenapa harga buah-buahan di Papua mahal? Salah satunya adalah karena harus didatangkan dari daerah luar Papua. Namun itu sebenarnya bukan alasan karena buah-buahan produksi lokal pun harganya mahal gila. Contohnya adalah durian. Saya sangat suka durian melebihi buah apapun di dunia ini. Tapi harganya luar biasa mahal. Di beberapa daerah penghasil durian seperti manokwari atau biak, memang pas musim durian harganya bisa hanya Rp5ribu sebuah, namun di luar daerah itu harga mahal gilaak.

Musim durian taun ini adalah yang terparah karena di kedua daerah tersebut pohon durian sama sekali tidak berbuah. Entah kenapa. Tapi yang pasti harga buah ini menjadi mahal sekali. Harga durian di Jayapura pada musim durian akhir taun kemarin adalah Rp80ribu. Bukan 80ribu per buah, tapi 80ribu per KILO. Ya, harganya 80ribu per KILO. Tentu dengan rasionalitasku tidak akan membeli durian di Jayapura. Alhasil saya tidak pernah makan durian pada musim durian terakhir kemarin di Jayapura. Tapi alhamdulillah saja karena lagi sering pulang ke Jogja, saya beli duriannya di Jogja, hheheh..

Di antara sekian banyak buah lokal yang mahal, ada 2 jenis buah yang harganya murah. Seringkali harga buah Jeruk di Jayapura murah sekali, mencapai Rp5ribu per kilo, dan stabil di harga 15-20rbu per kilo. Selain itu harga pisang juga lumayan murah, sekitar 10-20ribu per sisir.

Namun untuk buah lokal lainnya, walaupun produksinya lokal namun harga mahal. Contohnya nangka. Harga nangka di Jawa setahuku murah, selain karna orangnya "nriman" dengan harga pasaran, pohon nangka juga banyak. Tapi di Papua yang tanahnya super subur, harga nangka mahal minta ampun. Apalagi kalau yang jual mama-mama papua, harganya lebih mahal lagi.

Beberapa waktu yang lalu saya beli buah nangka di mama-mama papua dekat rumah. Saya tahu kalau beli disana harga relatif mahal. Saya coba bertanya " Mama pu nangka ini berapa harganya ee ?" saya bertanya.

Mama menjawab " Yang ini harganya 75ribu" sambil menunjuk nangka ukuran 1/2 potong ukuran agak besar, dan berkata lagi "Kalo yang ini harga 50ribu" si mama menunjuk ukuran yang agak kecil ukuran 1/4 potong.
"Baah, mahal sekali mama eee. Masa ini semangka harganya sama dengan sekantong pinang. Sa beli nangka yang ini, tapi harga 40ribu ee ?" saya coba tawar nangka yang tadinya ditawarin 75ribu.
"Tidak bisa adek, ini nangka tunggu besarnya lamaa sampe," kata si mama tidak mau ditawar.
Saya tanya lagi" Ini nangka manis kah ma?". "Ya tentu manis lah adek, ini nangka masak di pohon, sa petik tadi pagi".
Saya coba rasa satu biji, dan memang enak dan manis nangkanya. Kelihatan masak di pohon.
"Memangnya mama pu pohon dimana?" saya kepo.
"Ini adek liat di belakang ada pohon nangka" si mama sambil nunjuk pohon belakang.
"Baah, ini pohon siapa ma ? Mama pu rumah di sini kah?"
"Aah tidak, sa pu rumah di bawah sana, tapi saya su jualan disini su lama sekali. Jadi ini pohon su seperti pohon mama sendiri".
Saya langsung tepuk jidat dengar jawaban itu.
"Hadooh mama ngawur sekali. Ini pohon nangka bukan punya mama, sudah saya beli yang ini 50ribu saja ee? Kasih ya? Kalo tidak saya tra jadi, sa bawa uang hanya 50ribu saja" saya coba tawar lagi sambil ngeluarin uang yang memang cuma bawa 50ribu.
"He adek, ko tanam nangka saja sendiri, tunggu sampee tua. Ko tra bawa tanah dari jawa sana to. Ni nangka masak di tanah kita sendiri. Ya sudah ko bawa pulang ini nangka 60ribu saja" si mama masih hanya menurunkan harga 15ribu dari tawaran semula.
Saya pun balas " Ya sudah mama, sa hanya bawa uang 50ribu, tra jadi saja ya" saya sambil balik kanan menuju motor.

Motor sudah mau saya nyalakan ketika terdengar " Heii adek ya sudah, 50ribu boleh laaah, ini su sore mama mo pulang". Yes akhirnya dapatlah nangka setelah perjuangan tawar menawar yang tidak mudah. Mbok ya dari tadi ngomongnya.

DPS, 9 April 2017


EmoticonEmoticon